Menara Kembar Merseyside Red
Menara Kembar Merseyside Red
Mungkin itu menjadi satu kata yang terbesit dibenak kita semua kala mendengar nama Daniel Agger dan Martin Skrtel. Keduanya layaknya seorang pasangan yang ogah untuk dipisahkan. Dikenal sebagai sahabat dekat di luar lapangan sejak pertama kali bergabung dengan klub bernama Liverpool.
Agger bergabung lebih dulu pada pertengahan musim 2006-07, sedangkan Skrtel baru tiba di Anfield dua tahun kemudian. Keduanya pun tak langsung menjadi starter dan berpasangan satu sama lain, karena sosok Sami Hyypia dan Jamie Carragher yang saat itu masih dominan di sektor bek tengah.
Namun, perlahan demi perlahan, koneksi dan sinyal saling membutuhkan terlihat dari keduanya. Sedikit kisah ‘romantis’ kedua pemain di dalam dan luar lapangan akan saya sajikan disini.
A. Kemampuan Natural
Agger yang memang seorang pemain kidal tentu akan sempurna ditempatkan di pos bek tengah kiri. Sebuah pos dimana Carragher akan sedikit kesulitan. Hal inilah yang membuat Skrtel akan lebih nyaman bermain. Apalagi gaya bermain Agger yang lebih kalem serta memiliki kemampuan membaca permainan sangat baik, membuat Skrtel yang terkesan lebih agresif menjadi terbantu.
Saling mengisi. Mungkin itu menjadi hal paling tepat bagi kedua bek. Uniknya, keduanya akan sangat baik jika bermain bersama. Saat Skrtel bermain tanpa Agger, sangat terlihat keringkihan yang terjadi. Efek agresifitas sang pemain tak dapat diimbangi oleh pasangannya (Carragher). Sehingga, sang pemain sangat sering membuat blunder atau telat kembali ke posnya.
Begitu juga ketika Agger bermain tanpa Skrtel. Keduanya seperti pasangan yang tak bisa dipisahkan. Keduanya bak Benteng Pertahanan yang membutuhkan satu sama lain.
“Sangat mudah bermain dengannya. Agger adalah pemain berkualitas dan sangat hebat dalam mengontrol bola. Dia sosok sempurna Ball-Playing Defender. Pengertian antara kami berdua berjalan sangat baik. Di luar lapangan, Agger adalah sosok yang sangat bersahaja dan baik,” -Martin Skrtel-
B. Kemampuan Menyerang Menawan
Selain memiliki kemampuan bertahan di atas rata-rata karena memang notabene adalah seorang bek tengah murni, Agger dan Skrtel juga merupakan pemain yang sangat hebat dalam memanfaatkan peluang. Mencetak gol bukan hal aneh bagi keduanya.
Juara Piala Carling 2012 Bersama
Skrtel dalam dua musim terakhir menjadi andalan ketika The Reds mendapatkan hadiah tendangan sudut. Kemampuan heading sang pemain beberapa kali menyelamatkan muka Liverpool bahkan, membuat pasukan Merseyside Red berhasil memenangkan laga.
Gol terakhirnya ke gawang Fulham bahkan sangat berkelas dan bisa disebut bukan gol seorang bek tengah. Tendangan voli keras terukur membuatnya gol tersebut tentu akan dikenang.
Tak berbeda dengan Agger. Sang pemain memang jarang mencetak gol belakangan ini. Tapi dia dikenal sebagai salah satu bek yang memiliki tendangan keras kaki kiri menawan. Tak akan ada yang bisa melupakan golnya ke gawang West Ham United pada 2006.
Tendangan jarak jauh menawannya bahkan terpilih sebagai gol terbaik Liverpool pada musim tersebut. Dia pun hebat dalam memanfaatkan bola mati, lewat tendangan bebas mau pun tandukan kerasnya.
“Aku bermain dengan dua bek tengah hebat. Untukku, aku takkan mau mengganti dua bek tengah kami dengan siapa pun di Premier League. Agger dan Skrtel selalu bermain luar biasa.” -Jose Enrique-
C. Sahabat dengan Banyak Kesamaan di Luar Lapangan
Tato menjadi kegemaran kedua pemain. Itu pun yang menjadi sosok keduanya sedikit ‘menyeramkan’ secara kasat mata di lapangan. Agger memiliki sangat banyak tato disekujur tubuhnya. Menjadi wajar karena dia adalah artis tato dan memiliki studio tato.
Pun dengan Skrtel, tato sang pemain sangat banyak. Baru-baru ini bahkan dia mencoba mentato salah satu fans Liverpool pada ajang pencarian dana untuk Hillsborough. Hobi yang sama dan pengertian antara keduanya di luar lapangan, membuat kesinambungan mereka di dalam lapangan menjadi lebih apik.
Agger Skrtel Foundation
Agger sendiri mengajak Skrtel untuk membantunya di Yayasan yang dimiliki Agger. Sebuah yayasan untuk membantu anak-anak yang mengalami masalah. Terlihat Agger dan Skrtel berfoto dengan kaos Agger Foundation tersebut.
Tak hanya itu, kesamaan yang terjadi tanpa disadari pun begitu banyak. Keduanya lahir pada 1984 dan sudah berusia 28 tahun saat ini. Keduanya pun lahir hanya dengan perbedaan tiga hari. Agger lahir ke bumi pada 12 Desember. Sedangkan Skrtel 15 Desember.
Tinggi badan keduanya pun diperkirakan sama persis yaitu, 191 Cm. Keduanya juga memiliki kegemaran yang sama mengenai Mobil.
“Kami memiliki banyak kesamaan mengenai kegemaran. Seperti Tato dan Mobil. Kami sangat tertarik ke dua hal tersebut dan sangat sering mengobrol tentang itu.” -Martin Skrtel-
Meski begitu, tentu keduanya memiliki kelemahan. Agger yang sangat ringkih dan acap kali terkena cedera beberapa musim ke belakang. Mau pun Skrtel yang belakangan sangat sering membuat Blunder. Namun, optimisme tumbuh karena keduanya selalu belajar dan tidak pernah jatuh motivasinya karena hal tersebut.
Semua hal di atas membuat nama Agger dan Skrtel tak akan bisa lepas dari publik Liverpool. Harapan tentu membuat mereka berdua bertahan cukup lama di Anfield dan menjadi dua legenda kembar tim, dua Menara Kembar yang tak terlupakan oleh kita semua.
*sumber www.big-reds.org

